Pages

Friday, May 27, 2011

Kiat Mengisi Waktu Pagi ( Bag. 2 )

Kiat Kedua : Mengulang Hafalan Al-Qur’an

Bagi yang memiliki hafalan Al-Qur’an juga dapat mengisi waktu paginya dengan mengulangi hafalan karena waktu pagi adalah waktu terbaik untuk menghafal dibanding dengan waktu siang yang penuh dengan kesibukan. Diantara keutamaan menghafal Al-Qur’an terdapat dalam hadits berikut.

Dari Abdullah bin ‘Amr, Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al-Qur’an nanti : ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau didunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal)”. (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 2240 mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Yang dimaksudkan dengan ‘membaca’ dalam hadits ini adalah menghafalkan Al-Qur’an. Perhatikanlah perkataan Syaikh Al Albani berikut dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 2440 : “Ketahuilah bahwa yang dimaksudkan dengan shohibul qur’an (orang yang membaca Al-Qur’an) disini adalah orang yang menghafalkannya dari hati sanubari. Sebagaimana hal ini ditafsirkan berdasarkan sabda beliau Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yang lain, ‘Suatu kaum akan dipimpin oleh orang yang paling menghafal Kitabullah (Al-Qur’an)”.

Kedudukan yang bertingkat-tingkat disurga nanti tergantung dari banyaknya hafalan seseorang didunia dan bukan tergantung pada banyak bacaannya saat ini, sebagaimana hal ini banyak disalahpahami banyak orang. Inilah keutamaan yang nampak bagi seorang yang menghafalkan Al-Qur’an, namun dengan syarat hal ini dilakukan untuk mengharap wajah Allah semata dan bukan untuk mengharapkan dunia, dirham dan dinar. Ingatlah, Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda,
“Kebanyakan orang munafiq ditengah-tengah umatku adalah qurro’uha (yang menghafalkan Al-Qur’an dengan niat yang jelek)”. (HR. Ahmad, sanadnya hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth)”. [Makna qurro’uha disini adalah salah satu makna yang disebutkan oleh Al Manawi dalam Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 2/102 (Maktabah Syamilah)].

Bagi yang sudah memiliki banyak hafalan, ikatlah hafalan tersebut dengan banyak mengulanginya. Dari Abdullah bin‘Umar, Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al-Qur’an adalah bagaikan unta yang diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa diikat, maka dia akan pergi”. (HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789).

Dalam riwayat Muslim yang lain terdapat tambahan,
“Apabila orang yang menghafal Al-Qur’an membacanya diwaktu malam dan siang hari, dia akan mengingatnya. Namun jika dia tidak melakukan demikian, maka dia akan lupa”. (HR. Muslim no. 789).

Al Faqih Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin memiliki kebiasaan menghafal Al-Qur’an dipagi hari sehingga bisa menguatkan hafalannya. Beliau rahimahullah mengatakan,
“Cara yang paling bagus untuk menghafalkan Al-Qur’an -menurutku- adalah jika seseorang pada suatu hari menghafalkan beberapa ayat maka hendaklah dia mengulanginya pada keesokan paginya. Ini lebih akan banyak menolongnya untuk menguasai apa yang telah dia hafalkan dihari sebelumnya. Ini juga adalah kebiasaan yang biasa saya lakukan dan menghasilkan hafalan yang bagus”. (Kitabul ‘Ilmi, hal. 105, Darul Itqon Al Iskandariyah).

Sumber Artikel : http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2739-kiat-kiat-mengisi-waktu-pagi.html

Atau :
http://islam-download.net/artikel-islami/kiat-mengisi-waktu-pagi.html

Wallahu'alam Bishshowab

No comments:

Post a Comment