Pages

Friday, May 27, 2011

Kiat Mengisi Waktu Pagi ( Bag. 1 )

Kiat Mengisi Waktu Pagi

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan-tulisan kami sebelumnya mengenai permasalahan tidur pagi.

Setelah kita mengetahui keutamaan waktu pagi, bahaya tidur pagi menurut para ulama, sebab-sebab tidur pagi dan solusinya, dan keutamaan berdagang dipagi hari, saat ini kami akan menyajikan beberapa kiat yang dapat setiap muslim lakukan diwaktu pagi. Semua ini bertujuan agar waktu pagi tersebut adalah waktu yang penuh berkah dan bukan waktu yang sia-sia. Hanya Allah-lah yang memberi taufiq.

Kiat Pertama : Membaca Al-Qur’an Dan Memahami Maknanya

Saudaraku, isilah waktu pagimu dengan membaca Al-Qur’an. Waktu pagi adalah waktu masih fit seseorang beraktivitas. Maka bagus sekali jika seseorang memanfaatkannya untuk membaca dan mentadaburi Al-Qur’an.

Ingatlah bahwa Al-Qur’an nanti bisa memberi syafa’at bagi kita dihari yang penuh kesulitan pada hari kiamat kelak. Dari Abu Umamah Al Bahiliy, (beliau berkata), “Aku mendengar Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Bacalah Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya. Bacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al-Baqoroh dan Ali Imron karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat Al-Baqoroh. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya”. (HR. Muslim no. 1910. Lihat penjelasan hadits ini secara lengkap di At Taisir bi Syarhi Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, 1/388, Asy Syamilah).

Lebih baik lagi selain membaca kita dapat memahami makna/tafsirnya melalui kitab-kitab tafsir seperti tafsir Ibnu Katsir dan tafsir As Sa’di yang penuh dengan banyak faedah didalamnya. Keutamaan memahami tafsir Al-Qur’an dapat dilihat pada hadits berikut ini.

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy, Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Permisalan orang yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah utrujah, rasa dan baunya enak. Orang mu’min yang tidak membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya enak namun tidak beraroma. Orang munafiq yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan royhanah, baunya menyenangkan namun rasanya pahit. Dan orang munafiq yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan hanzholah, rasa dan baunya pahit dan tidak enak”. (HR. Bukhari no. 5059).

Sumber Artikel : http://www.rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2739-kiat-kiat-mengisi-waktu-pagi.html

Atau :
http://islam-download.net/artikel-islami/kiat-mengisi-waktu-pagi.html

Wallahu'alam Bishshowab

No comments:

Post a Comment