Setelah menikahi Khadijah dan dikarunia beberapa orang anak, Allah Subhanahu Wa Ta‘ala menjadikan Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam menyukai khalwat (menyendiri), bahkan tiada suatu aktifitas yang lebih beliau sukai daripada menyendiri. Untuk apa?
Beliau menggunakan waktu untuk beribadah kepada Allah di Gua Hira’ sebulan penuh tiap tahunnya. Beliau tinggal didalamnya beberapa malam dengan bekal yang sedikit dan jauh dari perbuatan sia-sia yang dilakukan orang-orang Mekah yakni menyembah berhala dan lain-lain.
Membantu Suami Mengemban Tugas Suci
Khadijah tidak merasa tertekan dengan tindakan Muhammad yang terkadang harus berpisah jauh darinya, tidak pula beliau mengusir kegalauannya dengan banyak pertanyaan maupun mengobrol yang tidak berguna, bahkan beliau menyurahkan segala kemampuannya untuk membantu suaminya dengan cara menjaga dan menyelesaikan tugas yang harus dia kerjakan di rumah.
Apabila suaminya pergi ke gua, kedua mata beliau senantiasa mengikuti suaminya terkasih dari jauh. Bahkan beliau juga menyuruh orang-orang untuk menjaga beliau tanpa mengganggu suaminya yang sedang menyendiri. Hingga akhirnya suaminya diangkat menjadi Rosul Allah Subhanahu Wa Ta‘ala.
Khadijah adalah orang yang pertama kali beriman kepada Allah dan Rosul-Nya dan yang pertama kali masuk Islam. Beliau adalah seorang istri yang mencintai suaminya dan juga beriman, berdiri mendampingi Nabi, suami yang dicintai untuk menolong, menguatkan dan membantunya serta menolong beliau dalam menghadapi kerasnya gangguan dan ancaman, sehingga dengan hal itulah Allah meringankan beban Nabi-Nya.
Tidaklah beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, baik penolakan maupun pendustaan yang menyedihkan beliau, kecuali Allah melapangkannya melalui istrinya bila beliau kembali ke rumahnya. Khadijah meneguhkan pendiriannya, menghiburnya, membenarkannya dan mengingatkan bahwa celaan manusia pada beliau tidak ada artinya.
Sejak saat itu Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam memulai lembaran hidup baru yang penuh berkah dan bersusah payah. Beliau katakan kepada istrinya yang beriman bahwa masa untuk tidur dan bersenang-senang telah habis. Khadijah turut mendakwahkan Islam disamping suaminya. Diantara buah yang pertama adalah Zaid bin Haritsah dan juga 4 puterinya.