Rahasia Ranjang
Sebagaimana dilarang mengumbar rahasia orang lain kepada suami istri dengan dalih keterbukaan, sesungguhnya yang lebih penting lagi adalah menjaga rahasia suami istri. Tidak boleh seorang istri menceritakan hubungan suami dengannya kepada keluarga atau sahabatnya, demikian halnya seorang suami tidak boleh membuka rahasia istrinya serta kehidupan mereka kepada keluarga atau sahabatnya. Suami istri adalah pemegang amanah atas rahasia keduanya, tidak diragukan lagi bahwa menjaga rahasia suami istri merupakan sebab-sebab kelanggengan kehidupan berumah tangga. Dan termasuk menjaga rahasia adalah menutupi aurat hubungan suami istri. Tapi sayangnya, sebagian perkumpulan perempuan bahkan mereka yang sudah terpelajarpun, kita sering mendengar darinya cerita-cerita yang seharusnya malu untuk diungkapkan. Setiap dari mereka masuk kekhususan suami istri, mereka tidak tahu besarnya dosa tersebut dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta‘ala.
Sebuah hadits Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam,
“Sesungguhnya pengkhianat amanah yang paling besar di sisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang suami yang menggauli istrinya kemudian menyebarkan rahasia ranjangnya” dalam sebuah riwayat
“Sesungguhnya seburuk-buruk manusia dihadapan Allah pada hari Kiamat adalah seorang suami istri yang menggauli istrinya kemudian menyebarkan rahasia ranjangnya”. (Riwayat Muslim)
Problematika ini lebih banyak terjadi dikalangan kaum wanita dibanding kaum laki-laki. Seseorang mengatakan ketika memuji kemuliaan istri dan sifat penjagaan rahasianya,
Duhai, apabila suaminya meninggalkan ranjang...
Maka terkuncilah segala cerita dan terjagalah seluruh rahasia...
(Footnotes)
Diterjemahkan dari majalah 'Al Furqan' edisi : 1205/31 Mei 2004. Judul Asli 'Maa baina Ash Shoraah wa As Sir'.
No comments:
Post a Comment