Pages

Saturday, June 18, 2011

Khadijah R.A Penentram Di Kala Suami Gundah (Bag. 2)

Menghadapi Permusuhan Kaum Musyrik

Mulailah ujian yang keras menimpa kaum muslimin dengan berbagai macam bentuknya, akan tetapi Khadijah tetap berdiri kokoh. Walau Allah memilih kedua putranya yang bernama Abdullah dan Al-Qosim untuk menghadap-Nya tatkala masih kanak-kanak Khadijah tetap bersabar.

Beliau juga melihat dengan mata kepalanya bagaimana Syahidah pertama bernama Sumayyah tatkala menghadapi maut karena siksaan para thaghut, hingga jiwanya menghadap Sang Pencipta dengan penuh kemuliaan.

Beliau juga harus berpisah dengan puteri dan buah hatinya yang bernama Ruqayyah istri Utsman bin Affan, karena puterinya hijrah ke negeri Habsyah untuk menyelamatkan agamanya dari gangguan orang-orang musyrik. Beliau saksikan dari waktu ke waktu yang penuh dengan kejadian besar dan permusuhan, akan tetapi tidak ada istilah putus asa bagi seorang mujahidah.

Sebelumnya, beliau juga telah menyaksikan seluruh kejadian yang menimpa suaminya disaat beliau dakwah dijalan Allah, namun beliau menghadapi segala musibah dengan kesabaran. Semakin bertambah berat ujian, semakin bertambahlah kesabaran dan kekuatannya. Beliau campakkan seluruh bujukan kesenangan dunia yang menipu yang hendak ditawarkan dengan aqidahnya.

Begitulah, Khadijah telah mengambil suaminya sebagai contoh yang paling agung dan tanda yang paling nyata tentang keteguhan diatas iman. Tatkala orang-orang Quraisy mengumumkan pemboikotan mereka kepada kaum muslimin, Khadijah tak ragu bergabung dengan kaum muslimin dan beliau tinggalkan kampung halaman tercinta untuk menempa kesabaran selama 3 tahun bersama Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam menghadapi beratnya pemboikotan yang penuh dengan kesusahan dan menghadapi kesewenang-wenangan para penyembah berhala.

No comments:

Post a Comment