Nasab Rosulullah ‘Alaihi Wasallam
Nasabnya adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Quraisy bin Kilab.
Rosulullah memiliki silsilah yang berujung pada Adnan anak keturunan Nabi Ismail a.s. Semuanya dikenal sebagai orang-orang yang mulia dan sholih. Tak heran jika Rosulullah adalah anak Adam yang paling mulia kehormatan dan paling utama nasabnya. “Aku adalah manusia pilihan dari diantara manusia pilihan dari diantara manusia pilihan”.
Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam adalah putra semata wayang Abdullah, anak terakhir Abdul Muthallib. Abdul Muthallib pernah bernazar, jika dikaruniai 10 anak lelaki, ia akan menyembelih satu orang diantaranya untuk Allah. Ketika diundi, keluarlah nama Abdullah. Ketika Abdul Muthallib akan memenuhi nazarnya, kaumnya bermusyawarah dan menawarkan kepadanya agar menebus putra bungsunya itu dengan 100 ekor unta atau serata dengan di’at 10 orang budak.
Abdullah wafat saat Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam masih dalam kandungan Aminah, ibunya. Aminah adalah anak Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam lahir di hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah. Aminah mengirimkan bayinya ke Abdul Muthallib. Lantas Abdul Muthallib membawa bayi yang dinamainya Muhammad itu berthawaf mengelilingi Ka’bah.
Tahun Gajah
Tahun Gajah, apa maksudnya? Di tahun kelahiran Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam ada peristiwa besar di Mekah. Abrahah Al-Habsyi seorang panglima perang kebangsaan Habasyah (Ethiopia) berkuasa dan dia sebagai Gubernur Yaman dibawah pemerintahan Raja Najasyi, Raja Habasyah. Ia membangun sebuah gereja besar yang diberi nama Al-Qallais. Abrahah ingin gerejanya itu menjadi kiblat seluruh bangsa Arab. Seorang pria dari Bani Kinanah mendengar obsesi Abrahah itu. Ia pergi ke Yaman dan menyelinap kedalam gereja itu dimalam hari. Lalu ia buang air besar dan kemudian membuang kotorannya di kiblat gereja itu.
Mengetahui itu, Abrahah marah. Ia bersumpah akan pergi ke Mekah dan menghancurkan Ka’bah. Abrahah mengerahkan tentara dan pasukan gajahnya. Namun, perjalanan pasukan gajah ini terhenti di Mina. Allah Subhanahu Wa Ta‘ala membinasakan pasukan itu dengan mengirimkan serombongan Burung Ababil yang melemparkan kerikil mematikan. Tahun terjadinya peristiwa itu dinamakanlah Tahun Gajah.
Ibu Susu Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam
Sudah menjadi tradisi kalangan terpandang Arab, bayi-bayi mereka disusui oleh murdi’at (para wanita yang menyusui bayi). Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam ditawarkan kepada murdi’at dari Bani Sa’ad yang sengaja datang ke Mekah mencari bayi-bayi yang masih menyusu dengan harapan mendapat bayaran dan hadiah. Tapi mereka menolak karena Rosulullah anak yatim. Namun Halimah Sa’diyah tidak mendapatkan seroang bayi pun yang akan disusui. Karena itu, agar pulang tanpa tangan hampa, ia mengambil Rosulullah yang yatim itu sebagai anak susuannya.
Keberadaan Muhammad mungil memberi berkah kepada keluarga Halimah, bahkan bagi kabilahnya. Setelah dua tahun, Halimah membawa Muhammad kecil mengunjungi ibunya. Karena sadar bahwa keberadaan Muhammad kecil memberi berkah kepada kampungnya, Halimah memohon Aminah agar Muhammad kecil diizinkan tinggal kembali bersama Bani Sa’ad dan Aminah pun setuju.
Muhammad cilik dikembalikan ke Mekah setelah terjadi peristiwa pembelahan dada. Dua Malaikat datang menghampiri Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dengan membawa bejana dari emas berisi es. Mereka membelah dada Rosulullah dan mengeluarkan hatinya. Hati itu dibedah dan dikeluarkan gumpalan darah yang berwarna hitam, kemudian dicuci dengan es, setelah itu dikembalikan seperti semula. Halimah khawatir dengan keselamatan Muhammad cilik. Ia dan suaminya sepakat mengembalikan Muhammad kecil kepada ibunya.
No comments:
Post a Comment