Wahyu Turun Lagi
Ibnu Hajar menuturkan, selama wahyu terputus untuk beberapa hari lamanya, beliau ingin ketakutan dan kedukaannya segera sirna dan kembali seperti sebelumnya. Tatkala bayang-bayang kebingungan mulai surut, tanda-tanda kebenaran mulai membias, dan beliau menyadari secara yakin bahwa kini beliau benar-benar menjadi seorang Nabi Allah Yang Maha Besar dan Maha Tinggi.
Bahwa yang mendatangi beliau adalah duta pembawa wahyu yang menyampaikan pengabaran langit, kegelisahan dan penantiannya terhadap kedatangan wahyu merupakan sebab keteguhan hatinya jika wahyu itu datang lagi, maka Jibril benar-benar datang lagi untuk kedua kalinya.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa dia pernah mendengar Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam menuturkan masa turunnya wahyu. Beliau bersabda,
“Tatkala aku sedang berjalan, tiba-tiba kudengar sebuah suara yang berasal dari langit. Aku mendongakkan pandangan kearah langit. Ternyata disana ada Malaikat yang mendatangiku di Gua Hira, sedang duduk disebuah kursi, menggantung diantara langit dan bumi. Aku mendekatinya hingga tiba-tiba aku terjerembab ke tanah. Kemudian aku menemui keluargaku dan kukatakan, ‘Selimutilah aku, Selimutilah aku’!”.
Lalu Allah Subhanahu Wa Ta‘ala menurunkan surat Al-Mudatsir: 1-5. Setelah itu wahyu datang berturut-turut.
No comments:
Post a Comment