Pages

Tuesday, June 7, 2011

Meraih Ketenangan Hati Yang Hakiki ( Bag. 3 )

Adapun semua bentuk dzikir, wirid maupun sholawat yang tidak bersumber dari petunjuk Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, meskipun banyak tersebar dimasyarakat muslim, maka semua itu adalah amalan buruk dan tidak mungkin akan mendatangkan ketenangan yang hakiki bagi hati dan jiwa manusia, apalagi menjadi sumber penghilang kesusahan mereka. Karena semua perbuatan tersebut termasuk bid’ah[10].
Yang jelas-jelas telah diperingatkan keburukannya oleh Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sabda Beliau Shollallahu ‘Alaihi Wasallam,
“Sesungguhnya semua perkara yang diada-adakan adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat, dan semua yang sesat (tempatnya) dalam neraka”.[11].

Hanya amalan ibadah yang bersumber dari petunjuk Al-Qur’an dan hadits Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yang bisa membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari noda dosa dan maksiat yang mengotorinya, yang dengan itulah hati dan jiwa manusia akan merasakan ketenangan dan ketentraman.

Allah Ta’ala berfirman,
“Sungguh Allah telah memberi karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rosul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mensucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rosul) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Ali-‘Imron: 164).

Makna firman-Nya “mensucikan
(jiwa) mereka”
adalah membersihkan mereka dari keburukan akhlaq, kotoran jiwa dan perbuatan-perbuatan jahiliyyah, serta mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya (hidayah Allah I)[12].

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Robbmu (Al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus: 57)

Oleh karena itu, Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam menyebutkan perumpaan petunjuk dari Allah Ta’ala yang beliau bawa seperti hujan baik yang Allah Ta’ala turunkan dari langit, karena hujan yang turun akan menghidupkan dan menyegarkan tanah yang kering, sebagaimana petunjuk Allah Ta’ala akan menghidupkan dan menentramkan hati manusia. Beliau Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Sesungguhnya perumpaan bagi petunjuk dan ilmu yang Allah wahyukan kepadaku adalah seperti air hujan (yang baik) yang Allah turunkan ke bumi…”.[13].

Sumber Artikel : http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/meraih-ketenangan-hati-yang-hakiki.html

Atau :
http://islam-download.net/artikel-islami/meraih-ketenangan-hati-yang-hakiki.html

Wallahu'alam Bishshowab

No comments:

Post a Comment