Pages

Saturday, June 18, 2011

Khadijah R.A Penentram Di Kala Suami Gundah (Bag. 3)

Kepergian Beliau

Hingga berakhirlah pemboikotan yang telah beliau hadapi dengan iman, tulus dan tekad baja tak kenal lelah. Sungguh Khadijah telah mencurahkan segala kemampuannya untuk menghadapi ujian tersebut disaat berusia 65 tahun. Selang 6 bulan setelah berakhirnya pemboikotan itu wafatlah Abu Thalib, kemudian menyusul pula Khadijah, yakni 3 tahun sebelum Hijrah.

Dengan wafatnya Khadijah maka meningkatlah musibah yang dihadapi Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebab bagi beliau, Khadijah merupakan teman yang tulus dalam memperjuangkan Islam.

Begitulah, Khadijah telah pergi menghadap Robb-nya sampai pada waktu yang telah ditetapkan, setelah beliau berhasil menjadi teladan terbaik dan paling tulus dalam berdakwah dijalan Allah dan berjihad dalam ujian-Nya. Beliau menjadi seorang istri yang bijaksana yang mampu meletakkan urusan sesuai pada tempatnya, dan mencurahkan segala kemampuannya untuk mendatangkan keridhoan Allah dan Rosul-Nya. Karena itulah beliau berhak mendapatkan salam dari Robb-Nya dan mendapat kabar gembira dengan rumah di Surga. Karena itu pulalah Rosulullah bersabda,
“Sebaik-baik wanita adalah Maryam binti Imran, sebaik-baik wanita adalah Khadijah binti Khuwailid”.

Mengingat begitu agung kepribadian akhlak Khadijah, sudah semestinya para muslimah menjadikan beliau sebagai teladan. Setia pada suami dikala sedih maupun bahagia.
(abu shafy)

Sumber :
Mahmud Mahdi Al-Istanbuli, Musthafa Abu An-Nashr Asy Syalabi. Wanita-wanita Teladan Di Masa Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Cetakan III, Pustaka At-Tibyan, Solo, 2003.

Wallahu'alam Bishshowab

No comments:

Post a Comment