Pages

Friday, June 10, 2011

Riwayat Singkat Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam ( Bag. 3 )

Ibunda Rosulullah (Aminah) dan Kakek Rosulullah (Abdul Muthallib) Wafat

Muhammad kecil pun tinggallah bersama ibunya. Ketika berusia 6 tahun, Muhammad cilik dibawa ibunya mengunjungi paman-pamannya dari Bani Adi bin Najjar di Yatsrib (yang kemudian hari berubah nama menjadi Madinah). Dalam perjalanan ini Aminah wafat di Abwa dan dikuburkan disana. Kemudian Muhammad cilik diasuh kakeknya, Abdul Muthallib. Namun tak berlangsung lama, hanya 2 tahun. Abdul Muthallib wafat ketika Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam berusia 8 tahun. Rosulullah kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Perjalanan ke Syam

Abu Thalib pergi berdagang ke Syam dan keponakannya Muhammad ikut serta. Kafilah dagang ini tiba di Kampung Busra. Mereka bertemu dengan seorang pendeta bernama Bahira. Bahira tahu tentang ajaran Nasrani dan ia faham betul tentang ciri dan sifat Rosul terakhir yang diberitakan oleh Nabi ‘Isa a.s. Bahira melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad, keponakan Abu Thalib. Ia menasihati Abu Thalib agar segera membawa pulang keponakannya dan waspada dengan orang-orang Yahudi.

Rosulullah Menikah Dengan Siti Khadijah

Ketika berusia 25 tahun, Rosulullah pergi ke Syam membawa barang dagangan milik Siti Khadijah. Rosulullah ditemani pembantu kepercayaan Siti Khadijah bernama Maisaroh. Maisaroh memberi informasi kepada Siti Khadijah tentang sifat-sifat yang sangat mulia Rosulullah. Kemudian setelah kembali ke Mekah, Muhammad muda menikah dengan Siti Khadijah. Saat dinikahi Muhammad muda, Siti Khadijah bersatus janda. Dari pernikahan ini Muhammad dan Siti Khadijah mendapatkan beberapa orang anak. Ada riwayat yang mengabarkan Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dikaruniai 2 orang anak lelaki dari Siti Khadijah, yaitu Qasim dan Abdullah. Namun keduanya meninggal sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan Rosul. Rosulullah juga mendapat anak-anak perempuan dari Siti Khadijah, yaitu Zainab, Ruqayyah, dan Ummi Kulsum. Mereka mengamalkan Islam dan meninggal sebelum Rosulullah wafat. Sedangkan putri bungsu Rasulullah dari Siti Khadijah adalah Fathimah. Fathimah meninggal 6 bulan setelah Rosulullah wafat.

Berkhalwat di Gua Hira

Sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rosul, Muhammad suka menyendiri di Gua Hira. Ini dikarenakan ia begitu membenci paganisme agama kaum waktu itu, dan setiap perbuatan keji yang dilakukan kaumnya. Di Gua Hira Muhammad beribadah kepada Robbnya.

Membangun Ka’bah

Ketika Muhammad menginjak usia 35 tahun, orang-orang Quraisy berkumpul untuk membangun kembali Ka’bah yang rusak. Saat proses peletakan kembali Hajar Aswad, para kabilah Quraisy bersengketa. Mereka masing-masing merasa paling berhak melakukannya. Selisih pendapat ini sampai pada puncaknya dan mereka siap saling berperang.

Tapi, akhirnya mereka sepakat untuk menjadikan orang yang pertama kali masuk dari pintu masjid sebagai hakim yang memutuskan perkara mereka. Dan orang yang muncul pertama kali dari masjid adalah Muhammad Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. Mereka serempak mengatakan, “Ini dia Al-Amin, Kami ridho dengannya!!!”

Kemudian Muhammad meminta sehelai selendang, lalu ia ambil Hajar Aswad dan meletakkannya dengan tangannya sendiri. “Setiap kabilah hendaknya mengambil sisi-sisi selendang ini lalu angkatlah bersama-sama”, begitu ucapnya. Kemudian setelah diangkat hingga dekat dengan tempatnya, Muhammad mengangkat dan meletakkan dengan tangannya sendiri Hajar Aswad ditempat yang seharusnya. Dan pembangunan itupun selesai dengan semua kabilah dan mereka semua merasa senang.
(Mochamad Bugi)
dakwatuna.com

Sumber :
www.generasimuslim.com/sirah-nabawiyah/70-riwayat-hidup-muhammad-sebelum-dibangkitkan-menjadi-nabi-dan-rasul

No comments:

Post a Comment